Postingan

Laut..aku Belajar Kehilangan Darimu

Gambar
Laut... Aku belajar kehilangan darimu. Kau mengenalkanku pada kisah tentang mereka yang dirampas, namun pada akhirnya, aku sendiri menjadi salah satunya. Di dalam ceritamu, aku mengenal rezim yang tak bersuara—bukan kekuasaan yang gaduh, melainkan pengkhianatan yang berjalan pelan, lalu merampas tanpa perlu penjelasan apa pun. Kini aku mengerti, kehilangan paling menyakitkan bukan saat seseorang pergi, melainkan ketika ia pergi setelah membuatmu percaya bahwa ia akan tinggal. Mungkin benar, Laut... Ada kehilangan yang lahir dari keadaan. Namun ada pula yang lahir dari pilihan—ketika seseorang tunduk pada “rezim”-nya sendiri dan memilih berjalan menjauh, meninggalkanmu tanpa jawaban. Dan dari semua itu, yang paling sulit diterima adalah ketika yang pergi adalah orang yang pernah berjanji untuk tetap ada.

Ditinggalkan bersama pertanyaan

Gambar
Orang yang menyembuhkan luka justru menjadi alasan lahirnya luka yang lebih dalam. Kamu pergi tanpa penjelasan, tanpa kata perpisahan, tanpa keberanian untuk mengatakan bahwa ada orang lain yang sudah lebih kamu pilih. Kamu meninggalkanku bersama pertanyaan-pertanyaan yang tak pernah kamu beri jawaban. Lucunya, aku tidak membencimu saat kamu pergi. Aku tidak membencimu saat kamu memilih perempuan lain. Aku bahkan masih berusaha memahami semua alasan yang tak pernah kamu ucapkan. Aku mulai membencimu ketika menyadari bahwa semua janji yang kamu katakan hanyalah omong kosong, bullshit. Aku tidak pernah menyangka bahwa orang yang paling kupercaya diam-diam menusuk dari belakang. Kamu pergi tanpa penjelasan. Aku menunggu. Menunggu pesan yang tidak pernah datang. Menunggu penjelasan yang tidak pernah ada. Hari ini aku tidak lagi menunggumu. Aku sedang belajar menerima bahwa orang yang dulu aku sayang dan aku percaya ternyata kini menjadi orang yang paling aku benci. Sebab ada luka yang terc...

Ternyata luka punya wajah yang ku kenal

Gambar
Jadi perasaan seperti ini lagi.  Situasi seperti ini lagi ? Hahaha... ternyata ada bagian dari diriku yang masih kaget, padahal aku sudah pernah melewati hal yang lebih buruk dari ini. Bukankah aku sudah tahu rasanya? Bukankah kejadian seperti ini sudah sering terjadi kepadaku? Perihal kalah, aku menang. Perihal menang, aku kalah. Lalu mengapa kali ini terasa begitu sakit? Rasanya sesak. Bahkan aku bingung harus berekspresi seperti apa. Mau menangis, tapi tidak bisa. Mau marah, tapi tidak ada energi. Rasanya kosong. Bingung. Mungkin karena aku sudah terlalu lelah. Mungkin karena aku sudah terlalu sering dipaksa menerima kenyataan yang tidak pernah aku inginkan. Aku tidak kaget kamu pergi. Aku kaget karena ternyata orang yang paling aku percaya justru menjadi orang yang paling melukai. Yang membuatku sakit bukan hanya kehilanganmu. Melainkan kenyataan bahwa selama ini orang yang aku sayang, diam-diam memilih orang lain. Aku terus bertanya-tanya, bagian mana dari diriku yang kurang?...

seseorang yang Hampir Gila Karena Kehilangan

Gambar
 2 tahun lalu.... Aku duduk di sudut kamar yang buram menatap postingan seseorang yang sedang kencan dan tampaknya ia sangat bahagia aku yakin itu bukan fake it is real orang yang sama itu aku pernah lihat di 2 tahun lalu, aku sempat depresi parah aku sampai tidak keluar-keluar dari kamarku of social media dan hampir gila aku sempat tidak percaya melihat postingan itu ternyata dia secepat itu mencari penggantiku  Aku hanya bisa diam menangis sambil menatap foto itu.