Ternyata luka punya wajah yang ku kenal
![]() |
Situasi seperti ini lagi ?
Hahaha... ternyata ada bagian dari diriku yang masih kaget, padahal aku sudah pernah melewati hal yang lebih buruk dari ini.
Bukankah aku sudah tahu rasanya?
Bukankah kejadian seperti ini sudah sering terjadi kepadaku?
Perihal kalah, aku menang. Perihal menang, aku kalah.
Lalu mengapa kali ini terasa begitu sakit?
Rasanya sesak. Bahkan aku bingung harus berekspresi seperti apa. Mau menangis, tapi tidak bisa. Mau marah, tapi tidak ada energi.
Rasanya kosong.
Bingung.
Mungkin karena aku sudah terlalu lelah. Mungkin karena aku sudah terlalu sering dipaksa menerima kenyataan yang tidak pernah aku inginkan.
Aku tidak kaget kamu pergi.
Aku kaget karena ternyata orang yang paling aku percaya justru menjadi orang yang paling melukai.
Yang membuatku sakit bukan hanya kehilanganmu.
Melainkan kenyataan bahwa selama ini orang yang aku sayang, diam-diam memilih orang lain.
Aku terus bertanya-tanya, bagian mana dari diriku yang kurang?
Apa ada sesuatu yang tidak mampu kuberikan?
Namun semakin lama aku berpikir, semakin aku sadar bahwa pengkhianatan tidak selalu lahir karena seseorang kurang.
Terkadang, seseorang memang memilih menyakiti meski sudah diberi ketulusan.
Dan mungkin itulah yang paling sulit diterima.
Bukan karena aku tidak bisa kehilanganmu.
Melainkan karena aku harus menerima bahwa orang yang selama ini kupercaya ternyata mampu berbohong sambil menatap mataku dengan tenang.
Pada akhirnya, aku hanya menjadi seseorang yang ditinggalkan bersama pertanyaan-pertanyaan yang tidak pernah mendapatkan jawaban.
Namun hidup harus tetap berjalan.
Meski hari ini terasa berat, meski hari ini terasa sesak, aku tahu suatu saat nanti luka ini akan menjadi pembelajaran.
Bahwa ketulusan tidak selalu berakhir dengan kebersamaan.
Bahwa kepercayaan tidak selalu dibalas dengan kejujuran.

Komentar
Posting Komentar