Laut..aku Belajar Kehilangan Darimu
Laut...
Aku belajar kehilangan darimu.
Kau mengenalkanku pada kisah tentang mereka yang dirampas, namun pada akhirnya, aku sendiri menjadi salah satunya.
Di dalam ceritamu, aku mengenal rezim yang tak bersuara—bukan kekuasaan yang gaduh, melainkan pengkhianatan yang berjalan pelan, lalu merampas tanpa perlu penjelasan apa pun.
Kini aku mengerti, kehilangan paling menyakitkan bukan saat seseorang pergi, melainkan ketika ia pergi setelah membuatmu percaya bahwa ia akan tinggal.
Mungkin benar, Laut...
Ada kehilangan yang lahir dari keadaan. Namun ada pula yang lahir dari pilihan—ketika seseorang tunduk pada “rezim”-nya sendiri dan memilih berjalan menjauh, meninggalkanmu tanpa jawaban.
Dan dari semua itu, yang paling sulit diterima adalah ketika yang pergi adalah orang yang pernah berjanji untuk tetap ada.

Komentar
Posting Komentar